coratcoret

February 5, 2009

super duper dilema.

Filed under: Uncategorized — della @ 3:16 pm

akhir-akhir ini saya lagi super duper dilema. sulit mengambil keputusan dan begitulah, memang membingungkan.

dilema ini karena saya ingin mengikuti dua hal yang bentrok, dan keduanya sama-sama penting, sama-sama menarik, dan yang pasti sama-sama waktunya. yang pertama acara dies emas itb itu. saya diajakin temen untuk ikut itu, katanya bakal nari bareng-bareng. awal denger sih langsung tertarik, walopun emang saya ga punya dasar nari yang kuat dan ga pernah bener-bener menekuni bidang ini. saya cuma pernah ikut nari kecak pas sma buat ulang taun al-izhar, nari betawi buat performance waktu students exchange ke jepang, sama nari pendet buat tampil di international nightnya APPS~asia pacific pharmaceutical symposium di thailand. tapi sebenernya pengen aja nyoba dan ikut acara yang tergolong lumayan gede itu. acara ini sekitar awal maret, yaitu tgl 8 maret.

yang kedua adalah adalah acara jakarta international java jazz festival. walaupun acara keseluruhannya 3 hari dari tgl 6-8 maret, tapi saya beli tiketnya buat tgl 6 aja, untuk jason mraz special show dan buat hari itu. kalo yang ini saya pasti harus dateng dan tidak bisa diganggu gugat dengan apapun (soalnya udah mesen tiket, hehe). tapi ternyata di tgl 7 maretnya ada resepsi nikahan sodara sepupu yang udah direncanain jauh-jauh hari, dan tgl 8 yang ternyata ada lamaran sodara sepupu yang lain juga. emang mungkin lagi musim ya, :D. ketiga rentetan acara ini, pastinya membuat saya harus pulang ke jakarta dan susah kalau bolak balik.

ketika saya minta pendapat mama, jawabannya agak di luar dugaan, dikirain jawabannya adalah sedikit memberi kepastian dengan suruhan seperti: “kamu harus dateng dong ke nikahannya, masa ga, trus bsoknya kan ada lamaran juga, udah mending pulang aja”. ternyata jawaban yang saya dapet adalah: “oh gitu, yaudah terserah kamu, kalo emang kamu pengen ikut juga gpp, tapi gimana nanti gladiresik gitu-gitunya, kan kamu harus pulang tgl 6?” jawaban yang jujur malah makin membuat saya bingung.

tapi karena beberapa teman mengompori saya untuk tetep ikut dies emas itb itu, saya menjadi cukup yakin, walopun blom 100%. tapi udah cukup yakin untuk bilang ke mama kalo saya ga bisa ikut acara nikahan dan lamaran itu.

plan: pulang ke jakarta dengan bolos kuliah hari jumat tgl 6 maret (yang semoga bener ga ada praktikum hari itu), trus tgl 7 paginya bakal balik ke bandung lagi buat gladiresik  atau entahlah siap-siap sebelum perform (yang mungkin tgl 6 nya udah ga bisa ikutan) dan besoknya bisa tampil baik, hehe amiiin.

wish me luck. 🙂

January 26, 2009

kecerobohan vs pencopet

Filed under: Uncategorized — della @ 12:42 am

kehilangan hp bukanlah hal yang baru bagi saya, walaupun saya terus berharap ini tidak terjadi lagi. mungkin kalo 1-2 kali masih bisa dimaklumi, masalahnya saya mencapai jumlah dua kali lipatnya, sekitar 5 buah hp. kalo diliat sekilas, mungkin saya termasuk orang yang super duper ceroboh, tapi sebenarnya tidak selalu karena kecerobohan saya.

1. di taxi

yang ini memang sangat murni kecerobohan saya, saya akui. terjadi ketika kelas 6 sd. ketika saya pulang dari acara sekolah saya (PAR~Penjelajahan Awal Ramadhan), menggunakan taksi. seperti biasa kegiatan-kegiatan ini membuat kita capek, saya pun tertidur pulas di dalam taksi. di tengah jalan, saya ditelpon mama dan dengan santainya menaruh hp di kursi di deket saya duduk, berpikir akan diambil nanti ketika sudah turun. dan ketika sudah sampai di depan rumah, dalam keadaan mengantuk saya melenggang begitu saja keluar taksi dan hanya mengambil tas barang bawaan saja. jadilah hp itu hilang. usaha menghubungi taksi tersebut dan menanyakan apakah ada hp yang tertinggal juga sia-sia.

2. di musholla

yang ini gabungan antara kecerobohan saya dan memang ada yang mencopet. terjadi waktu saya selesai les bahasa inggris di ILP, saya mau solat magrib dulu sebelum pulang. sebelum wudhu, saya menaruh hp di tas yang memang terbuka, walaupun saya menaruhnya jauh di dalamnya. tas saya ini ada di atas meja yang agak deket pintu, menjadi lebih mudah untuk diliat orang banyak yang lalu lalang masuk keluar pintu. ketika selesai solat pun, saya panik mendapati hp saya sudah tidak ada. orang-orang di sana pun tidak bisa membantu. yang saya pikirkan sampai saat ini, ternyata orang jahat ada di mana-mana, termasuk musholla sekalipun.

3. di jalan pas nunggu angkot

yang ini saya tidak tahu karena kecerobohan saya atau kejahatan orang lain. terjadinya juga tidak pasti di mana, yang pasti saya sadar hp saya tidak ada ketika di jalan pas nunggu angkot mau pulang abis les bahasa inggris di ILP juga. sesaat setelah keluar pintu ILP, saya yakin hp masih ada di tas saya dan ketika berjalan juga tidak ada orang-orang mencurigakan yang mungkin mengambilnya. memang entah bagaimana hp itu bisa hilang dengan jarak yang sangat dekat seperti itu. masih misteri sampai saat ini.

4. di angkot

yang ini murni karena kejahatan orang lain. terjadinya ketika di angkot pas mau pulang sekolah. waktu itu di daerah terminal lebak bulus, naik sekitar 4-5 orang ke dalam angkot. saya duduk paling pojok deket jendela. satu naik dan duduk di sebelah saya, satu di depan saya, satu di serong saya. yang lain duduk seperti orang yang tidak saling mengenal. di perjalanan, orang sebelah saya terus mendempet dan mendesak saya, padahal di sebelahnya masih ada tempat yang cukup untuk duduk normal. sementara si orang tersebut mendempet duduknya, orang di depan saya mulai melancarkan aksinya sambil berusaha menawarkan dan menarik kaki saya untuk coba pijat gratis. tentu saya tidak mau, menolaknya dan tidak membiarkan kaki saya dipijat. beberapa saat setelah itu, orang di samping dan di depan saya itu turun. orang di serong saya pun mulai bertanya hal-hal tidak penting yang tidak lazim ditanyakan orang baru. tidak nampak seperti pencopet memang, berpakaian rapi dan bersih. dia pun turun beberapa saat setelah temannya itu, dan yang lain pun mengikuti turun di jarak yang tidak terlalu jauh. seakan memang punya tujuan turunnya masing-masing. sesaat setelah semuanya turun, pak sopir angkot bertanya cemas apakah ada yang kehilangan sesuatu, dan saya baru sadar bahwa saya korban mereka saat itu.

modus mereka: mendempet duduk dan menawarkan aksi pijat untuk mengalihkan perhatian saya, sehingga hp yang kebetulan saya taruh di kantong rok  mudah diambil. selain itu, agar modus berjalan lancar pencopet lain terus mengalihkan dengan mengajak ngobrol saya agar tidak sadar dulu, sebelum semua anggota komplotan mereka turun dari angkot. memang rencana yang matang dan sempurna. pak supir pun sudah hapal rupanya, namun tidak berani untuk tidak menaikkan mereka, dan tidak bisa berbuat apa-apa.

5. di itb

yang ini mungkin juga gabungan kecerobohan saya dan memang ada yang mengambil. terjadi ketika menunggu mau praktikum sambil baca-baca modul praktikum dan makan bersama teman-teman di gku barat. hp memang saya taruh di meja di antara kami, karena masih dipakai. seinget saya, saya sudah memasukkan hp itu sebelum meninggalkan gku barat. teman-teman yang lain pun memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal. setelah itu, saya menuju kamar mandi farmasi, untuk ambil wudhu dan seperti biasa tas ditaruh di deket kaca. saya memang tidak menitipkan tas saya untuk dijaga, karena saya tau di situ ada satu orang teman saya. orang yang masuk dan keluar pun bisa dihitung, dan terlihat tidak ada yang mencurigakan (walau memang penampilan bisa menipu). lalu saya pun solat di musholla farmasi dengan tas terletak tidak jauh dari saya. entah kenapa saya tiba-tiba teringat hp dan langsung mengeceknya. ya, memang sudah tidak ada dan lagi-lagi saya bingung hilang di mana, apakah gku barat, kamar mandi, atau musholla.

warning: hati-hati terhadap pencopet. ada di mana-mana, tak terkecuali.

January 25, 2009

what is bochu?

Filed under: Uncategorized — della @ 3:02 pm

bochu~sebutan yang cukup identik dengan saya. mungkin emang blom banyak yang tau, hanya orang-orang yang deket dan yang pernah bertanya saja. ada juga yang mungkin menyebutnya tanpa tau apa maksudnya.

what is bochu?

the name for my turtle. terdengar agak aneh mungkin untuk nama seekor kura-kura. tapi begitulah saya dan keluarga saya menyebutnya. knapa harus bochu? bochu sebenernya kepanjangan dari ‘bocah lincah dan lucu’. dari namanya seharusnya kepanjangannya cuma ‘bocah lucu’ saja, tapi saya menambahkan kata lincah karena dia memang benar-benar lincah. pada akhirnya mati karena kelincahannya. ya, bochu memang sudah mati, sudah bersenang-senang di sana bersama yang lain.

mati karena kelincahannya? agak aneh ya. memang kura-kura bukan hewan super gesit, yang mampu berlarian kemana-kemari sampai kita merasa lelah mengejar mereka. kura-kura bukan hewan yang cocok diajak bermain karena dia kurang cukup besar untuk dielus-elus ato diajak berjalan-jalan. tapi bochu berbeda. dia cukup gesit untuk selalu berkeliaran di dalam rumah, menemani saya nonton sambil santai di bawah sofa, sering berada di dapur menyaksikan mba saya memasak seakan dia juga bisa memakan semua makanan itu, dan juga bermain dan berjalan-jalan di kebun samping rumah. dia ternyata juga bisa diajak bermain. kadang-kadang saya menjadikannya seperti sepatu roda ketika duduk menonton (tidak sejahat yang anda bayangkan, tenang.. dia memiliki cangkang yang keras, hehe). kebiasaannya pun cukup aneh, jarang sekali bermain di air, tidurnya aja di bawah karpet di depan pintu dapur (kadang-kadang suka ketendang ato keinjek dikit, karena ga keliatan, hehe). dia emang kura-kura darat kali ya, ke airnya cuma pas makan aja, itupun di dalam ember yang diisi air sepertiganya, dan kalo udah selesai bochu siap beraksi lagi berkeliaran di luar. however,  i love bochu.

suatu saat banjir melanda jakarta, dan air sampai masuk ke dalam rumah walau cuma sedikit. bochu menghilang beberapa hari. dia tidak ditemukan di dalam rumah dan karena hobi si bochu berkelana di kebun, sulit mencarinya karena samar dengan warna rumput di halaman, apalagi ada air yang menggenang. singkat cerita, bochu akhirnya ditemukan sama tetangga yang rumahnya terletak 3 rumah dari rumah saya (jarak yang menurut saya jauh untuk seekor kura berjalan, atau entah bisa aja dia terbawa air banjir, hehe). ya, pastinya saya senang karena bochu yang gedenya hanya sebesar dua kepalan tangan ini bisa survive. bochu hebat. kejadian banjir besar kedua yang melanda jakarta kembali terjadi dan kali ini bochu benar-benar hilang. tidak ditemukan sama tetangga, tidak ditemukan mati di jalanan, tidak ditemukan di mana-mana. kali ini kami mencarinya sampai rumput dan ilalang yang agak tinggi di depan pagar rumah dipotong, dan tetap tidak ada. kami pun pasrah dan berharap kalau dia mati pun, dia tetap senang.

bochu, my lovely turtle 🙂

coba coba menulis.

Filed under: Uncategorized — della @ 2:07 pm

yeiiiy,akhirnya jadi juga buat blog. tadinya emang udah pengen buat dari dulu, tp gara-gara ini dan itu barulah kesampaian. hehe. sebenarnya saya juga ga jago jago banget nulis, malah cenderung cuma suka aja, tp sebenarnya saya termasuk orang yang suka cerita dan mendengarkan cerita. intinya sih sharing stories, apapun itu. jadinya saya mau coba coba menulis di sini. walopun kata orang-orang kemampuan saya dalam bercerita lisan agak dipertanyakan (susunan kata yang sering kebolakbalik, intonasi kalimat yang salah, dan kadang-kadang perlu translater orang-orang yang udah biasa denger untuk menjelaskannya kembali), tapi kalau bentuknya tertulis semoga penyampaiannya lebih baik, hehe.

we’ll see . 😀

life

Filed under: Uncategorized — della @ 1:41 pm

life is a handful of stories to tell,

a one way street that we can’t come back,

a beautiful melody that the lyrics are messed up,

a mirror that never gives back more than we put into it.

remember, life is a journey, not a destination,

so, work like you don’t need money,

love like you’ve never been hurt,

and dance like no one’s watching.

Blog at WordPress.com.