kehilangan hp bukanlah hal yang baru bagi saya, walaupun saya terus berharap ini tidak terjadi lagi. mungkin kalo 1-2 kali masih bisa dimaklumi, masalahnya saya mencapai jumlah dua kali lipatnya, sekitar 5 buah hp. kalo diliat sekilas, mungkin saya termasuk orang yang super duper ceroboh, tapi sebenarnya tidak selalu karena kecerobohan saya.
1. di taxi
yang ini memang sangat murni kecerobohan saya, saya akui. terjadi ketika kelas 6 sd. ketika saya pulang dari acara sekolah saya (PAR~Penjelajahan Awal Ramadhan), menggunakan taksi. seperti biasa kegiatan-kegiatan ini membuat kita capek, saya pun tertidur pulas di dalam taksi. di tengah jalan, saya ditelpon mama dan dengan santainya menaruh hp di kursi di deket saya duduk, berpikir akan diambil nanti ketika sudah turun. dan ketika sudah sampai di depan rumah, dalam keadaan mengantuk saya melenggang begitu saja keluar taksi dan hanya mengambil tas barang bawaan saja. jadilah hp itu hilang. usaha menghubungi taksi tersebut dan menanyakan apakah ada hp yang tertinggal juga sia-sia.
2. di musholla
yang ini gabungan antara kecerobohan saya dan memang ada yang mencopet. terjadi waktu saya selesai les bahasa inggris di ILP, saya mau solat magrib dulu sebelum pulang. sebelum wudhu, saya menaruh hp di tas yang memang terbuka, walaupun saya menaruhnya jauh di dalamnya. tas saya ini ada di atas meja yang agak deket pintu, menjadi lebih mudah untuk diliat orang banyak yang lalu lalang masuk keluar pintu. ketika selesai solat pun, saya panik mendapati hp saya sudah tidak ada. orang-orang di sana pun tidak bisa membantu. yang saya pikirkan sampai saat ini, ternyata orang jahat ada di mana-mana, termasuk musholla sekalipun.
3. di jalan pas nunggu angkot
yang ini saya tidak tahu karena kecerobohan saya atau kejahatan orang lain. terjadinya juga tidak pasti di mana, yang pasti saya sadar hp saya tidak ada ketika di jalan pas nunggu angkot mau pulang abis les bahasa inggris di ILP juga. sesaat setelah keluar pintu ILP, saya yakin hp masih ada di tas saya dan ketika berjalan juga tidak ada orang-orang mencurigakan yang mungkin mengambilnya. memang entah bagaimana hp itu bisa hilang dengan jarak yang sangat dekat seperti itu. masih misteri sampai saat ini.
4. di angkot
yang ini murni karena kejahatan orang lain. terjadinya ketika di angkot pas mau pulang sekolah. waktu itu di daerah terminal lebak bulus, naik sekitar 4-5 orang ke dalam angkot. saya duduk paling pojok deket jendela. satu naik dan duduk di sebelah saya, satu di depan saya, satu di serong saya. yang lain duduk seperti orang yang tidak saling mengenal. di perjalanan, orang sebelah saya terus mendempet dan mendesak saya, padahal di sebelahnya masih ada tempat yang cukup untuk duduk normal. sementara si orang tersebut mendempet duduknya, orang di depan saya mulai melancarkan aksinya sambil berusaha menawarkan dan menarik kaki saya untuk coba pijat gratis. tentu saya tidak mau, menolaknya dan tidak membiarkan kaki saya dipijat. beberapa saat setelah itu, orang di samping dan di depan saya itu turun. orang di serong saya pun mulai bertanya hal-hal tidak penting yang tidak lazim ditanyakan orang baru. tidak nampak seperti pencopet memang, berpakaian rapi dan bersih. dia pun turun beberapa saat setelah temannya itu, dan yang lain pun mengikuti turun di jarak yang tidak terlalu jauh. seakan memang punya tujuan turunnya masing-masing. sesaat setelah semuanya turun, pak sopir angkot bertanya cemas apakah ada yang kehilangan sesuatu, dan saya baru sadar bahwa saya korban mereka saat itu.
modus mereka: mendempet duduk dan menawarkan aksi pijat untuk mengalihkan perhatian saya, sehingga hp yang kebetulan saya taruh di kantong rok mudah diambil. selain itu, agar modus berjalan lancar pencopet lain terus mengalihkan dengan mengajak ngobrol saya agar tidak sadar dulu, sebelum semua anggota komplotan mereka turun dari angkot. memang rencana yang matang dan sempurna. pak supir pun sudah hapal rupanya, namun tidak berani untuk tidak menaikkan mereka, dan tidak bisa berbuat apa-apa.
5. di itb
yang ini mungkin juga gabungan kecerobohan saya dan memang ada yang mengambil. terjadi ketika menunggu mau praktikum sambil baca-baca modul praktikum dan makan bersama teman-teman di gku barat. hp memang saya taruh di meja di antara kami, karena masih dipakai. seinget saya, saya sudah memasukkan hp itu sebelum meninggalkan gku barat. teman-teman yang lain pun memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal. setelah itu, saya menuju kamar mandi farmasi, untuk ambil wudhu dan seperti biasa tas ditaruh di deket kaca. saya memang tidak menitipkan tas saya untuk dijaga, karena saya tau di situ ada satu orang teman saya. orang yang masuk dan keluar pun bisa dihitung, dan terlihat tidak ada yang mencurigakan (walau memang penampilan bisa menipu). lalu saya pun solat di musholla farmasi dengan tas terletak tidak jauh dari saya. entah kenapa saya tiba-tiba teringat hp dan langsung mengeceknya. ya, memang sudah tidak ada dan lagi-lagi saya bingung hilang di mana, apakah gku barat, kamar mandi, atau musholla.
warning: hati-hati terhadap pencopet. ada di mana-mana, tak terkecuali.